
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peresmian 166 Sekolah Rakyat
Penyebutan nama kepala daerah oleh Presiden ini dimaknai sebagai sinyal kuat apresiasi pusat terhadap kesiapan daerah dalam menyukseskan program strategis nasional. Benar saja, usai acara, Bupati Dian membawa kabar gembira bahwa Kabupaten Kuningan mendapat kepercayaan prioritas untuk pembangunan Sekolah Rakyat tahap pertama pada tahun ini.
Dalam pidatonya Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi ini adalah langkah konkret negara untuk hadir bagi rakyat kecil. Presiden menolak keras pandangan neoliberal yang menganggap kesejahteraan rakyat bawah hanya menunggu “tetesan” dari kaum elite.
Tugas pemimpin adalah berani melihat kekurangan dan mengambil langkah terobosan. Kita membangun Sekolah Rakyat untuk mereka yang mungkin tidak punya harapan,” tegas Presiden Prabowo.
“Jangan pernah kau malu orang tuamu hanya buruh, petani miskin, atau pemulung. Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, dokter, pengusaha, bahkan Jenderal,” ucap Presiden memotivasi para siswa.
Bupati Dian mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat di Kuningan bukan sekadar wacana, melainkan rencana konkret yang akan dieksekusi tahun ini. Ia menyebut program ini sebagai “miniatur pengentasan kemiskinan terpadu” yang didamba-dambakan masyarakat prasejahtera.
Alhamdulillah, Bupati Kuningan diberikan kepercayaan untuk membangun Sekolah Rakyat pada tahap yang pertama. Insyaallah akan segera terlaksana pembangunannya di Kabupaten Kuningan pada tahun ini,” ujar Bupati Dian dengan optimis usai acara.
Bupati Dian menambahkan bahwa konsep yang diusung Pak Presiden Prabowo sangat luar biasa karena menyentuh akar masalah kemiskinan melalui pendidikan. Di Kuningan, sekolah ini nantinya akan mengadopsi sistem “boarding school” (asrama) dengan fasilitas super lengkap.
“Ini konsep sekolah yang didambakan oleh keluarga miskin. Mereka diberikan fasilitas asrama, peralatan lengkap, hingga seragam yang 100 persen ditanggung pemerintah. Terima kasih Bapak Presiden dan jajaran kementerian terkait atas kepercayaan ini,” tambahnya.
Bupati Dian mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat di Kuningan bukan sekadar wacana, melainkan rencana konkret yang akan dieksekusi tahun ini. Ia menyebut program ini sebagai “miniatur pengentasan kemiskinan terpadu” yang didamba-dambakan masyarakat prasejahtera.
“Alhamdulillah, Bupati Kuningan diberikan kepercayaan untuk membangun Sekolah Rakyat pada tahap yang pertama. Insyaallah akan segera terlaksana pembangunannya di Kabupaten Kuningan pada tahun ini,” ujar Bupati Dian dengan optimis usai acara.
Bupati Dian menambahkan bahwa konsep yang diusung Presiden Prabowo sangat luar biasa karena menyentuh akar masalah kemiskinan melalui pendidikan. Di Kuningan, sekolah ini nantinya akan mengadopsi sistem “boarding school” (asrama) dengan fasilitas super lengkap.
“Ini konsep sekolah yang didambakan oleh keluarga miskin. Mereka diberikan fasilitas asrama, peralatan lengkap, hingga seragam yang 100 persen ditanggung pemerintah. Terima kasih Bapak Presiden dan jajaran kementerian terkait atas kepercayaan ini,” tambahnya..
Senada dengan arahan Presiden, Bupati Dian menilai program ini lahir dari “panggilan hati”, bukan sekadar kewajiban birokrasi. Sekolah Rakyat di Kuningan nantinya akan mengikuti standar nasional yang dilaporkan Pak Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yakni menyasar anak-anak dari keluarga sektor informal seperti buruh dan tani.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang memberi harapan baru. Seperti pesan Bapak Presiden, pembangunan tidak hanya soal angka pertumbuhan ekonomi, tapi soal pemerataan dan keadilan bagi seluruh rakyat, termasuk warga Kuningan,” ungkapnya..
Fasilitas yang disiapkan mencakup asrama dengan pengasuhan penuh, makan bergizi gratis tiga kali sehari, layanan kesehatan, hingga perangkat teknologi seperti laptop. Dengan target nasional pembangunan 500 sekolah hingga 2029, Kuningan kini bersiap menjadi salah satu garda terdepan yang merealisasikan visi besar tersebut di Jawa Barat
(
