![]() |
| Kunjungan Komisi V DPR RI ke Kuningan, PDAM Dorong Percepatan Air Bersih untuk Wilayah Timur |
Direktur Utama PDAM Kabupaten Kuningan, Dr. Ukas, menyampaikan harapan besar agar kunjungan pimpinan Komisi V DPR RI dapat memberikan dorongan signifikan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur air minum di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, cakupan pelayanan air minum perpipaan di Kabupaten Kuningan saat ini baru mencapai sekitar 20 persen, masih jauh dari target nasional sebesar 80 persen. Karena itu, diperlukan dukungan kuat dari pemerintah pusat untuk mempercepat perluasan layanan air bersih bagi masyarakat.
“Kunjungan Komisi V DPR RI H.Saeful Huda ini merupakan angin segar bagi Kabupaten Kuningan. Pimpinan dari pusat bisa melihat langsung kebutuhan masyarakat dan kondisi yang kami hadapi di lapangan,” ujar Dr. Ukas.
Ia menjelaskan, wilayah timur Kuningan seperti Kecamatan Cibingbin, Cimahi, dan Cibeureum merupakan daerah yang paling sering mengalami kekeringan. Selama ini kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut kerap dipenuhi melalui bantuan tangki air.
PDAM Kuningan mencatat kebutuhan bantuan air bersih untuk wilayah timur mencapai sekitar 900 ribu hingga 1 juta liter setiap tahun dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar wilayah belum terjangkau jaringan perpipaan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM mengusulkan program pengembangan SPAM yang memanfaatkan Bendung Kuningan dan SPAM Cibeureum guna melayani tiga kecamatan, yakni Cimahi, Cibingbin, dan Cibeureum.
Program tersebut diproyeksikan mampu menjangkau 12 desa dengan sekitar 10.000 sambungan rumah baru. Jika terealisasi paling lambat tahun 2028, masyarakat wilayah timur diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau.
“Harapan kami, masyarakat tidak lagi harus antre membawa jeriken ketika musim kemarau. Kami berharap ada percepatan pembangunan agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Kunjungan Komisi V DPR RI diharapkan menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di Kabupaten Kuningan, khususnya dalam upaya meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat di wilayah yang selama ini rentan kekeringan.
(Ade)

