![]() |
| Generasi Masa Depan Kuningan |
Kegiatan yang diselenggarakan DPD Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Kuningan tersebut diikuti peserta pendidikan kesetaraan dari berbagai PKBM di Kabupaten Kuningan.
Dalam sambutannya, Bupati Dian yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kemah Bakti Pendidikan Kesetaraan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkemah dan berkumpul, tetapi merupakan bagian dari proses pendidikan karakter.
“Ini bukan hanya sekadar berkemah, bukan hanya sekadar bermalam bersama teman-teman. Ini merupakan proses pendidikan pembentukan karakter, memperkuat arti kebersamaan, saling menolong, kepedulian sosial, sekaligus mengembangkan kreativitas dan inovasi,” ujar Bupati Dian.
Ia menegaskan, pendidikan kesetaraan memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
Melalui pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C, pemerintah bersama penyelenggara pendidikan memberikan ruang kepada masyarakat yang sebelumnya memiliki hambatan untuk tetap memperoleh kesempatan belajar dan meraih masa depan.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” tegasnya.
Bupati Dian mengatakan, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pengalaman yang diperoleh melalui interaksi sosial, kegiatan kemasyarakatan, lingkungan, hingga alam terbuka juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter seseorang.
Karena itu, ia menilai konsep Kemah Bakti Pendidikan Kesetaraan sangat relevan karena memadukan pendidikan, kepramukaan, kegiatan sosial, kepemimpinan, kebudayaan hingga kesehatan.
“Ini luar biasa. Ini memadukan tentang pendidikan, kepramukaan, kegiatan sosial, kepemimpinan, kebudayaan dan kesehatan. Ini jarang ditemukan dalam pendidikan yang bersifat formal, apalagi hanya di dalam kelas,” katanya.
Bupati Dian juga menyoroti berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari Kemah Bakti, termasuk bakti sosial, penanaman bibit tanaman hingga kegiatan pemungutan sampah.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pembelajaran nyata kepada peserta mengenai pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
“Yang susah kita berikan bantuan, yang lemah kita berikan dorongan. Ini pembelajaran yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga kebersihan lokasi perkemahan. Menurutnya, peserta tidak hanya harus menjaga kebersihan sebelum kegiatan, tetapi juga memastikan lingkungan tetap bersih setelah seluruh rangkaian kemah selesai.
“Titip, tadinya bersih, setelah selesai kemah juga harus bersih,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Dian turut mengajak generasi muda untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan sampah di Kabupaten Kuningan. Ia menyebut persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pengelolaan di tingkat akhir.
“Sampah adalah tanggung jawab kita bersama, dimulai dari hulu ke hilir, dimulai dari sampah rumah tangga,” katanya.
Lebih jauh, Bupati Dian meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), pioneering, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), pengetahuan kepramukaan hingga berbagai permainan.
Menurutnya, seluruh kegiatan tersebut akan menjadi pengalaman berharga untuk membentuk pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
“Jangan takut untuk mencoba, jangan takut untuk bermimpi, jangan takut untuk mempunyai cita-cita,” pesan Bupati Dian kepada para peserta.
Ia bahkan meyakini para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut kelak akan menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Kuningan, dengan berbagai profesi dan bidang pengabdian.
“Tidak menutup kemungkinan di hadapan saya kalian adalah penerus cita-cita masa depan Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.
Selain pendidikan karakter dan kepedulian sosial, Bupati Dian mengapresiasi adanya karnaval budaya dan permainan tradisional dalam rangkaian kegiatan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan teknologi.
Ia berharap generasi muda tidak hanya dekat dengan gadget dan teknologi, tetapi juga mengenal permainan tradisional yang memiliki nilai serta filosofi.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini permainan-permainan tradisional kembali diingatkan untuk dilestarikan, karena mengandung makna dan filosofi yang luar biasa,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh pengelola PKBM, tutor, pembina, pendamping dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi.
Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Kuningan tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Saya sebagai Bupati tidak bisa berjalan sendiri, tidak bisa membangun sendiri tanpa dukungan dari seluruh masyarakat, elemen masyarakat,” katanya.
Bupati Dian kemudian menyampaikan selamat mengikuti Kemah Bakti kepada seluruh peserta.
“Jaga kekompakan, jaga kesehatan, yang terpenting juga jaga kebersihan. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi harapan bangsa, generasi penerus yang hebat,” pesannya.
Kemah Bakti Pramuka Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Kuningan Ke-V Tahun 2026 kemudian secara resmi dibuka oleh Bupati Kuningan dengan ditandai dengan penancapan kapak dan pelepasan burung merpati
(Tong)

